Seikhlas Hati Kakak Cleaner Itu..

Pintu rumah saya diketuk kuat. “Cikgu, cikgu..” Sejurus daun pintu dibuka, kakak cleaner berbangsa India berdiri di muka pintu sambil mendukung ‘Ulwan yang sedang menangis.

“Saya jumpa dia jatuh dalam longkang besar itu.. Saya cari, cari mana datang itu suara. Rupanya dalam longkang! Saya terus ambik dia. Waktu saya dukung dia badan dia pun bergoyang-goyang (menggeletar)”. Terang kakak itu panjang lebar dengan riak wajah yang cukup cemas.

Entah kenapa saya cukup tenang ketika itu. Dalam hati, ‘Ulwan trauma jatuh saja barangkali. Sambil memeriksa seluruh badannya dari muka hingga ke kaki kalau-kalau ada bahagian yang sakit. Alhamdulillah, hanya sedikit luka kecil di bawah dagunya. Syukur ya Allah..

“Terima kasih banyak-banyak kakak,” itulah saja ucapan yang mampu saya ucapkan meskipun ungkapan itu tidak sebesar penghargaan yang saya ingin sampaikan kepadanya di dalam hati ini. Ucapan besar saya buat dirinya, hanyalah doa. Agar dirimu kakak cleaner diberi hidayah oleh Allah ke jalan yang benar, yakni Islam.

Meskipun tugasannya ketika itu berat dek kerana najis burung yang bertaburan di sepanjang koridor apartment, dia masih peka dan prihatin dengan suasana sekeliling nan sepi itu. Itu tidak lain dan tidak bukan adalah petanda adanya ikhlas dalam dirinya.

Mudah-mudahan sebagaimana keikhlasanmu membantu anakku, begitulah juga petunjukNya dengan mudah hadir ke dalam hatimu. Amiin…Ya Rabb.

Apa dalam minda anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s